TIPS MEMBELI HEWAN QURBAN


Wah!!! Menjelang Idul Adha, banyak bangetya orang-orang yang menjual hewan Qurban, apalagi di perkotaan. Wuih.. banyak bangrt.

Dengan niat yang baik untuk mengikuti sunnat Rasul, kita mau berkurban. Bagi-bagi rizki walau sedikit,semoga sekeliling kita mendapatkan kebahagiaan.

Nah.. ada tips-trik membeli hewan Qurban nih, yang tentunya ingsya Allah tips-trik membeli hewan Qurban ini membawa manfaat, OK!

1. Memilih ternak yang cukup umur. kriteria cukup umur untuk kambing dan domba rata-rata umur dewasa
tubuhnya sekitar 12 - 18 bulan , sedangkan untuk sapi dan kerbau sekitar 22
bulan.
>> Nah untuk mengetahui umur binatang korban ini tipsnya:
>Melihat catatan kelahiran ternak tersebut pada
pemiliknya atau dari giginya.
>Jika gigi susunya telah tanggal/diganti
(dua/sepasang gigi susu yang didepan) menandakan ternak tersebut telah
berumur sekitar 12 - 18 bulan (Kambing dan domba), sedangkan Sapi dan kerbau
sekitar 22 bulan.

2. Sehat (tidak cacat). Nih Tips mengenali hewan kurban sehat:

>Bbulunya yang tampak mengkilat dan bersih
>Bulu tersebut tidak berdiri dan kusam
>Matanya bersinar (jernih)
>Mudah dilihat dari cara makan dan minumnya, bila konsumsi makan dan minumnya baik (lahap)
>Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang
dan keempat kakinya simetris serta postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan, belakang, kepala dan lehernya seimbang. Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali, sehingga air liurnya banyak keluar, atau nampak bahwa
mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit.
>Ternak yang cacat, adalah
karena salah satu bagian dari tubuhnya hilang atau rusak. Seperti misalnya
tanduknya patah sebelah, tulang kakinya patah dst.

3.Jantan

4. Menghitung berapa daging yang akan dihasilkan oleh seekor ternak. Nih ku dapatkan Tips tersebut dari abank Rochadi Tawaf, "Seekor sapi akan mampu menghasilkan karkas (tulang
daging, tanpa kepala, kaki, kulit dan jeroan) sekitar (49 - 57) % dari berat hidup. Jika kita membeli seekor sapi dengan berat badan 400 kg, maka akanmemperoleh karkas sekitar (196 - 228) kg. Dari sejumlah ini, akan mampu dihasilkan daging tanpa tulang (boneless) sekitar 75 % dari berat karkas atau sekitar (147 - 170) kg. Belum termasuk jeroan, kaki dan kepala. Berat daging yang diperoleh sangat tergantung pula kepada perlakuan yang diberikan oleh kita selama sapi tersebut belum dipotong. Akibat jeleknya perlakuan
sebelum dipotong, biasanya dapat menurunkan (susut berat badan) sampai dengan 5% dari berat badannya, bahkan bisa lebih tinggi lagi. Bila kita konversikan penyusutan 5 % dari berat sapi 400 kg, sekitar 20 kg berat hidup dengan nilai uang sebesar 20 Kg x Rp. 22.000,00 = Rp 440.000,00 per ekor (asumsi harga sapi saat Iedul Adha Rp. 22.000,00/kg berat hidup). Nilai yang cukup besar dari penyusutan ini hilang begitu saja. Jika ternak diperlakukan dengan baik, manfaat yang sebesar itu akan dapat dinikmati oleh banyak orang. Seandainya, kita akan membagikan kepada yang berhak menerima daging qurban per bungkus per orang seberat 1 kg daging ditambah jeroannya, maka dari seekor sapi dengan berat badan 400 kg akan diperoleh sekitar (147 - 170) bungkus.

Dengan cara perhitungan yang sama, tetapi koefesien teknis yang berbeda, seekor domba/kambing dengan berat hidup sekitar 40 kg (termasuk kelas A, pada Iedul Adha), akan menghasilkan karkas sekitar (41-49) % dari berat hidupnya atau sekitar (16,4 -19,6) Kg. Dari sejumlah tersebut diperoleh
daging (boneless) sekitar 75 % dari berat karkas atau menghasilkan daging tanpa tulang sekitar (12,3 - 14,7) kg. Seandainya, patokan pembagian daging qurban yang digunakan daging per bungkus seberat satu kg, maka untuk seekor domba/kambing, dengan berat hidup sekitar 40 kg akan diperoleh sekitar (12 -15) bungkus daging"

5. Tempat membeli hewan Qurban. Cara penjualan ternak qurban umumnya dilakukan secara berat taksir kadangkala ada pula yang memberikan dengan harga timbang hidup. Untuk ini, harus dipertanyakan kapan dan dimana ditimbangnya. Sebab, selama proses penjualan ternak tersebut akan terjadi penyusutan, yang dapat mencapai lebih dari 10 %. Bagi orang awam sangat sulit menentukan tepatnya berat hidup
berdasarkan nilai taksir penjualan. Untuk mengetahui berapa berat sebenarnya ternak yang kita beli, tidak ada jalan lain kecuali harus ditimbang. Kita dapat memperolehnya pada perusahaan peternakan atau pedagang yang menjual ternak qurban dengan timbangan hidup. Cara ini lebih menjamin konsumen,
sehingga kita dapat memperkirakan berapa daging yang akan dihasilkan dari ternak yang dipotong.

Memangsih.. Tips membeli hewan kurban/Qurban di atas tidak begitu lengkap, lebih fokus ke kambing kayaknya. Tapi setidaknya sapi dan kerbau disinggung juga. Kenapa Onta tidak ada? Maklum itukan bukan budaya kurban Indonesia. OK!

Semoga Tips membeli hewan kurban ini bermanfaatya!!!

Pengunjung JUga Baca Tulisan Ini LHO!!



1 comments:

Noe2 mengatakan...

Setuju gan ni besok nyembelih 1 ekor sapi ma kambing ...

Poskan Komentar

Trims telah ber-Comment-Comment

 
© Copyright by KANdaNGTips.bloGspot.Com  |  Template by Rokhman