Benar shobat muda, sekarang ini masyarakat banyak yang nganggur, terutama golongan kita, kaum muda. Padahal tak sedikit berijazah tinggi. Why? Mengapa eh mengepa, ternyata jawabannya hanya sedikit masyarakat yang mau berwirausaha. Banyaknya tau sendiraikan, berebut "kepincut" jadi pegawai. Bukankah enak mempunyai pegawai dibandingkan jadi pegawai? "Enak sih enak, tapi usahanya luabiasa puyeeeng" jawab salahsatu teman kuliah ku, Rifqi, saat ditanyai oleh ku mengapa Ia tak mau berwirausaha, hanya mau jadi pegawai, padahal orangtuanya cukup banyak memiliki duit untuk memodali usaha. Pertanyaan ini terlontar, saat saya telah mebaca tabloid gratisan LPM INSTITUT, mengenai peluang bisnis kreatif franchise.
Waralaba atau yag biasa juga disebut franchise, tahukah shobat mengenai jenis usaha ini. Sekarang lagi booming-boomingnya lho jenis bisnis ini. Menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba / franchise adalah :
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Sangat banyak contoh usaha franchise ini, mulai dari warnet, rumah makan, penyewaan game, jualan pulsa, dan masihhh buanyak lagi. Jenis bisnis ini benar-benar terbukti lho menghasilkan uang banyak! Maka tak heran jenis bisnis ini telah mendunia. Mau coba?
Tak perlu merogok kocek terlalu dalam, di bawah 10 juta bahkan 5 juta, kita sudah dapat mencari uang lewat jenis uasaha Franchise ini. Eit, tapi kita mulai bisnis franchise ini dengan ide bisnis kreatif yang baru ya. Kitakan pemuda, sukanya yang "baru-baru". Kalau yang franchise yang sudah saya sebutkan di atas dah cukup jadul (lama). Mari kita buat trand tersendiri dengan ide kreatif kita yang penuh "jiwa warna-warni" muda. Jangan ikut-ikut trand franchise yang sudah ada, kita buat trand sendiri biar masyarakat luas yang mengekor trand kita, OK!
Apa contohnya?
Contoh gampangnya adalah bisnis franchise kursus matematika kreatif APIQ. Dulu, mana ada franchise kursus belajar. Termasuk juga franchise pelatihan sepakbola. Bukankah banyak masyarakat kita, khususnya pemuda yang ingin bisa bermain bola? Bukankah itu pasar yang besar dan dapat di franchisekan? Dan masih banyak lagi deh, coba kita berfikir, berusaha keras untuk kreatif. Bukankah pemuda Indonesia itu pekerja keras? Bukankah kita senang pada "makhluk" kreatif?





2 comments:
pemuda memang harus kreatif.....menciptakan lapangan kerja.....agar pengangguran tidak semakin bertambah banyak.
pemuda adalah harapan bangsa....maju terus pemuda indonesia.
Poskan Komentar
Trims telah ber-Comment-Comment